Penataan Ulang Lingkungan di SMK N 3
Yogyakarta dengan Desain Sekolah Hijau
Oleh : Ali Anton Senoaji, ST
Melihat kondisi nyata lingkungan
sekolah (baca ; SMK Negeri 3 Yogyakarta) kita saat ini, baik dari sisi fisik
bangunan, penampilan fasad bangunan (baca ; cagar budaya), penataan ruang
ataupun penataan lingkungan sekolah masih terlihat kurang tertata dengan
maksimal dan suasana lingkungan terkesan kurang nyaman. Kemudian dari sisi non
fisik berupa sumber daya manusia baik itu pendidik, tenaga kependidikan serta
peserta didik kadang masih kurang ramah terhadap lingkungan.Kebiasaan peserta
didik coret-coret dinding, membuang sampah sembarangan, serta kebiasaan
pendidik dan tenaga kependidikan merokok dilingkungan sekolah masih sering
terjadi. Kesadaran kita untuk ramah terhadap lingkungan haruslah segera kita
lakukan.Dan untuk itu manajemen sekolah setiap tahunnya sudah berupaya
menganggarkan untuk merawat, menata, dan memperbaiki lingkungan di sekolah. Pengembangan
atau penambahan ruang sering dilakukan, master plan sudah dibuat, akan tetapi
dengan keterbatasan lahan dan dana yang ada, biasanya bangunan sekolah
dikembangkan secara vertical.
Sekolah sebagai lembaga untuk
mendidik dan menanamkan budaya positif memiliki fungsii strategis dalam mewujudkandan
menanamkan karakter hidup bersih dan sehat, danseluruh sumber daya manusia yang
ada disekolah dapat terlibat secara aktif didalam menjagalingkungan hidup, sehingga
dari sekolahlah proses perbaikan ini dimulai.
Penataan sekolah dengan konsep
sekolah hijau merupakan proses pendidikan lingkungan kepada peserta didik, yang
harus memahami pentingnya mencintai dan melestarikan lingkungan. Lingkungan
sekolah yang kondusif akan ikut mendorong terwujudnya pola hidup yang sehat,
lingkungan belajar yang nyaman sekaligus untuk melestarikan alam di Indonesia.
Akibat dari modernisasi berbagai
persoalan lingkungan hidup muncul,diantaranya adalah pemanasan atmosfir dan
perubahan iklim, kehancuran hutan dan ancaman terhadap keanekaragaman hayati,
pembuangan limbah beracun dan berbagai masalah lain, hal ini akibat dari
ketidak pedulian manusia serta ketidak ramahan terhadap lingkungan hidup
Secara khusus,
permasalahan yang ada di lingkungan SMK N 3 Yogyakarta diantaranya adalah :
a. Ada lahan hijau di sekolah yang
belum dimanfaatkan secara maksimal
b. Kurangnya kesadaran dari warga
sekolah terhadap upaya penyelamatan lingkungan.
Sekolah mempunyai peran yang sangat
penting. Dari sekolah, semua proses perbaikan ini dimulai. Penataan ulang
lingkungan sekolah dengan desain sekoah hijau, merupakan upaya nyata untuk memahami
pentingnya mencintai dan melestarikan lingkungan. Upaya menanamkan kesadaran
berperilaku hidup bersih dan sehat perlu dimulai sejak di usia sekolah.
Lingkungan sekolah yang kondusif akan ikut mendorong terwujudnya pola hidup yang
sehat dan bersih.
Desain sekolah hijau disusun secara menyeluruh
dengan mengkaitkan keseluruhan program di sekolah serta dengan mempertimbangkan
keseluruhan faktor yang berpengaruh, baik faktor pendukung maupun faktor
penghambat.Potensi internal sekolah yang berupa lahan, sumber daya air, energi
dan limbah.
Desain sekolah hijau merupakan
bagian tak terpisahkan dari keseluruhan program pengembangan sekolah, oleh
sebab itu desain sekolah hijauakan terintegrasi dalam keseluruhan program
pengembangan sekolah. Pengembangan sekolah dapat dilakukan melalui tiga langkah
strategis, yaitu bidang kurikuler, bidang ekstrakurikuler, dan bidang
pengelolan lingkungan sekolah.
Dengan penataan ulang ini diharapkan
hasil yang akan dapat diperoleh dari desain sekolah hijau SMK Negeri 3
Yogyakarta adalah sebagai berikut :
a. Arsitektur
Hijau
Arsitektur hijau, secara sederhana
mempunyai pengertian bangunan atau lingkungan binaan yang dapat mengurangi atau
dapat melakukan efisiensi sumber daya material, air dan energy serta minim
menimbulkan dapak negative bagi lingkungan. Dalam hal ini, di SMK N 3
yogyakarta, yang dimaksudkan adalahmewujudkan lingkungan yang sehat,
asri, dan nyaman untuk proses pembelajaran, serta mampu mengurangi sampah,
polusi dan kerusakan lingkungan. Kegiatan yang dilakukan adalah pemanfaatan
lahan sekolah dengan berbagai tanaman, diantaranya :
- Taman sekolah, yaitu dengan
menggerakakkan komponen guru dan karyawan dalam pembuatan taman sekolah.
- Taman kelas, yaitu dengan
menggerakkan siswa melalui ajang lomba yang dilaksanakan antar kelas
meliputi desain, pembuatan, dan perawatan taman kelas.
- Apotik hidup, yaitu dengan
mengaplikasikan penugasan siswa melalui proses pembelajaran pada mata
pelajaran terkait seperti IPA.
- Membuat sumur peresapan dan bio
pori.
- Membuat kolam ikan
- Kebun Buah, Hortikultura /
hydroponik tanaman sayur dan tanaman hias
b.
Sumber Daya Manusia
Pengembangan Sumber Daya Manusia, secara
sederhana mempunyai tugas pengembangan karakter diri dalam pengembangan
konservasi baik secara individu maupun dalam masyarakat, berperan secara
langsung dalam pelatihan-pelatihan pengembangan kemampuan individu dalam bidang
konservasi. Hal ini bertujuan membentuk budaya ramah lingkungan pada tiap
individu. Kegiatan yang telah dilakukan di SMK N 3 Yogyakarta dalam upaya
untuk kampanye sekolah hijau diantaranya adalah :
1)
Membentuk kader konservasi di lingkungan sekolah
2)
Mengefektifkan kegiatan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler, seperti PMR,
KIR, dan Pramuka.
c. Pengolahan
Limbah
Program ini meliputi daur ulang
kertas, plastik, logam/kaleng, , dan pengolahan bunga/daun kering. Dirintis
untuk dilakukan pemisahan tempat sampah antara sampah organik dan sampah
anorganik di lingkungan sekolah.
Program kelanjutan dari pemisahan
sampah ini adalah adanya pengelolaan yang berkelanjutan sesuai dengan jenis
sampah tersebut, sampah organik dikelola menjadi pupuk kompos, sedangkan untuk
sampah anorganik dilakukan pemilahan untuk dilakukan daur ulang atau dikirim ke
TPA. Selain untuk menjaga kelestarian lingkungan diperlukan pula pengelolaan
lingkungan meliputi pengelolaan sampah, daur ulang sampah organik menjadi
kompos .
KESIMPULAN
- Sekolah hijau sangat diperlukan untuk menghadapi
keseluruhan masalah-masalah yang ada baik dari segi lingkungan maupun dari
segi pendidikan. Dengan sekolah yang berbasis lingkungan maka
peserta didik yang ikut dalam kegiatan pembelajaran akan menjadi peka
terhadap sesuatu yang ada di sekitarnya juga tanggap dalam merespon segala
bentuk kejadian alam yang ada di sekitarnya.
- Mengikutsertakan semua warga sekolah dalam setiap
kegiatan penyelamatan dan pelestarian lingkungan.
- Dari aspek lingkungan, sekolah hijau sangat bermanfaat
bagi perbaikan dalam polusi-polusi yang ada di dunia khususnya di sekitar
sekolah. Karena dengan sekolah hijau dapat mengurangi emisi-emisi gas atau
menambah serapan air.
- Pemanfaatan lahan sekolah menjadi taman sekolah, kebun
bibit sekolah, kebun buah, kebun tanaman obat, tanaman sayur serta
pemanfaatan lahan untuk kegiatan produktif lain.
- Perlu dilakukan berbagai upaya dalam pelestarian
lingkungan, diantaranya melalui pembentukan kader konservasi , sosialisasi
melalui seni budaya,kampanye pentingnya upaya pelestarian lngkungan, baik
secara langsung atau melalui buletin sekolah,kegiatan Kebun Bibit
Sekolah, Hutan sekolah, penghematan sumber daya ( kertas, air , listrik ),
kegiatan penelitian berbasis lingkungan, pengolahan limbah menjadi sesuatu
yang dapat dimanfaatkan kembali ( limbah sampah , pengolahan air ).
DAFTAR PUSTAKA
Arsitektur Hijau, Tri harso
Karyono, 2010