Rabu, 01 April 2015

PENATAAN LINGKUNGAN SMK N 3 YOGYAKARTA



Penataan Ulang Lingkungan di SMK N 3 Yogyakarta dengan Desain Sekolah Hijau
Oleh : Ali Anton Senoaji, ST

Melihat kondisi nyata lingkungan sekolah (baca ; SMK Negeri 3 Yogyakarta) kita saat ini, baik dari sisi fisik bangunan, penampilan fasad bangunan (baca ; cagar budaya), penataan ruang ataupun penataan lingkungan sekolah masih terlihat kurang tertata dengan maksimal dan suasana lingkungan terkesan kurang nyaman. Kemudian dari sisi non fisik berupa sumber daya manusia baik itu pendidik, tenaga kependidikan serta peserta didik kadang masih kurang ramah terhadap lingkungan.Kebiasaan peserta didik coret-coret dinding, membuang sampah sembarangan, serta kebiasaan pendidik dan tenaga kependidikan merokok dilingkungan sekolah masih sering terjadi. Kesadaran kita untuk ramah terhadap lingkungan haruslah segera kita lakukan.Dan untuk itu manajemen sekolah setiap tahunnya sudah berupaya menganggarkan untuk merawat, menata, dan memperbaiki lingkungan di sekolah. Pengembangan atau penambahan ruang sering dilakukan, master plan sudah dibuat, akan tetapi dengan keterbatasan lahan dan dana yang ada, biasanya bangunan sekolah dikembangkan secara vertical.
Sekolah sebagai lembaga untuk mendidik dan menanamkan budaya positif memiliki fungsii strategis dalam mewujudkandan menanamkan karakter hidup bersih dan sehat, danseluruh sumber daya manusia yang ada disekolah dapat terlibat secara aktif didalam menjagalingkungan hidup, sehingga dari sekolahlah proses perbaikan ini dimulai.
Penataan sekolah dengan konsep sekolah hijau merupakan proses pendidikan lingkungan kepada peserta didik, yang harus memahami pentingnya mencintai dan melestarikan lingkungan. Lingkungan sekolah yang kondusif akan ikut mendorong terwujudnya pola hidup yang sehat, lingkungan belajar yang nyaman sekaligus untuk melestarikan alam di Indonesia.
Akibat dari modernisasi berbagai persoalan lingkungan hidup muncul,diantaranya adalah pemanasan atmosfir dan perubahan iklim, kehancuran hutan dan ancaman terhadap keanekaragaman hayati, pembuangan limbah beracun dan berbagai masalah lain, hal ini akibat dari ketidak pedulian manusia serta ketidak ramahan terhadap lingkungan hidup
Secara khusus, permasalahan yang ada di lingkungan SMK N 3 Yogyakarta diantaranya adalah :
a. Ada lahan hijau di sekolah yang belum dimanfaatkan secara maksimal
b. Kurangnya kesadaran dari warga sekolah terhadap upaya penyelamatan lingkungan.
Sekolah mempunyai peran yang sangat penting. Dari sekolah, semua proses perbaikan ini dimulai. Penataan ulang lingkungan sekolah dengan desain sekoah hijau, merupakan upaya nyata untuk memahami pentingnya mencintai dan melestarikan lingkungan. Upaya menanamkan kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehat perlu dimulai sejak di usia sekolah. Lingkungan sekolah yang kondusif akan ikut mendorong terwujudnya pola hidup yang sehat dan bersih.
Desain sekolah hijau disusun secara menyeluruh dengan mengkaitkan keseluruhan program di sekolah serta dengan mempertimbangkan keseluruhan faktor yang berpengaruh, baik faktor pendukung maupun faktor penghambat.Potensi internal sekolah yang berupa lahan, sumber daya air, energi dan limbah.
Desain sekolah hijau merupakan bagian tak terpisahkan dari keseluruhan program pengembangan sekolah, oleh sebab itu desain sekolah hijauakan terintegrasi dalam keseluruhan program pengembangan sekolah. Pengembangan sekolah dapat dilakukan melalui tiga langkah strategis, yaitu bidang kurikuler, bidang ekstrakurikuler, dan bidang pengelolan lingkungan sekolah.
Dengan penataan ulang ini diharapkan hasil yang akan dapat diperoleh dari desain sekolah hijau SMK Negeri 3 Yogyakarta adalah sebagai berikut : 

a. Arsitektur Hijau
Arsitektur hijau, secara sederhana mempunyai pengertian bangunan atau lingkungan binaan yang dapat mengurangi atau dapat melakukan efisiensi sumber daya material, air dan energy serta minim menimbulkan dapak negative bagi lingkungan. Dalam hal ini, di SMK N 3 yogyakarta, yang dimaksudkan  adalahmewujudkan lingkungan yang sehat, asri, dan nyaman untuk proses pembelajaran, serta mampu mengurangi sampah, polusi dan kerusakan lingkungan. Kegiatan yang dilakukan adalah pemanfaatan lahan sekolah dengan berbagai tanaman, diantaranya :
  • Taman sekolah, yaitu dengan menggerakakkan komponen guru dan karyawan dalam pembuatan taman sekolah.
  • Taman kelas, yaitu dengan menggerakkan siswa melalui ajang lomba yang dilaksanakan antar kelas meliputi desain, pembuatan, dan perawatan taman kelas.
  • Apotik hidup, yaitu dengan mengaplikasikan penugasan siswa melalui proses pembelajaran pada mata pelajaran terkait seperti IPA.
  • Membuat sumur peresapan dan bio pori.
  • Membuat kolam ikan
  • Kebun Buah, Hortikultura / hydroponik tanaman sayur dan tanaman hias 
 
b.  Sumber Daya Manusia
Pengembangan Sumber Daya Manusia, secara sederhana mempunyai tugas pengembangan karakter diri dalam pengembangan konservasi baik secara individu maupun dalam masyarakat, berperan secara langsung dalam pelatihan-pelatihan pengembangan kemampuan individu dalam bidang konservasi. Hal ini bertujuan membentuk budaya ramah lingkungan pada tiap individu. Kegiatan yang telah dilakukan di SMK N 3 Yogyakarta  dalam upaya untuk kampanye sekolah hijau diantaranya adalah :
1)  Membentuk kader konservasi di lingkungan sekolah
2)  Mengefektifkan kegiatan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler, seperti PMR, KIR, dan Pramuka.

c. Pengolahan Limbah
Program ini meliputi daur ulang kertas, plastik, logam/kaleng, , dan pengolahan bunga/daun kering. Dirintis untuk  dilakukan pemisahan tempat sampah antara sampah organik dan sampah anorganik di lingkungan sekolah.
Program kelanjutan dari pemisahan sampah ini adalah adanya pengelolaan yang berkelanjutan sesuai dengan jenis sampah tersebut, sampah organik dikelola menjadi pupuk kompos, sedangkan untuk sampah anorganik dilakukan pemilahan untuk dilakukan daur ulang atau dikirim ke TPA. Selain untuk menjaga kelestarian lingkungan diperlukan pula pengelolaan lingkungan meliputi pengelolaan sampah, daur ulang sampah organik menjadi kompos .
KESIMPULAN
  • Sekolah hijau sangat diperlukan untuk menghadapi keseluruhan masalah-masalah yang ada baik dari segi lingkungan maupun dari segi pendidikan. Dengan sekolah yang berbasis lingkungan maka  peserta didik yang ikut dalam kegiatan pembelajaran akan menjadi peka terhadap sesuatu yang ada di sekitarnya juga tanggap dalam merespon segala bentuk kejadian alam yang ada di sekitarnya.
  • Mengikutsertakan semua warga sekolah dalam setiap kegiatan penyelamatan dan pelestarian lingkungan.
  • Dari aspek lingkungan, sekolah hijau sangat bermanfaat bagi perbaikan dalam polusi-polusi yang ada di dunia khususnya di sekitar sekolah. Karena dengan sekolah hijau dapat mengurangi emisi-emisi gas atau menambah serapan air.
  • Pemanfaatan lahan sekolah menjadi taman sekolah, kebun bibit sekolah, kebun buah, kebun tanaman obat, tanaman sayur serta pemanfaatan lahan untuk kegiatan produktif lain.
  • Perlu dilakukan berbagai upaya dalam pelestarian lingkungan, diantaranya melalui pembentukan kader konservasi , sosialisasi melalui seni budaya,kampanye pentingnya upaya pelestarian lngkungan, baik secara langsung atau melalui  buletin sekolah,kegiatan Kebun Bibit Sekolah, Hutan sekolah, penghematan sumber daya ( kertas, air , listrik ), kegiatan penelitian berbasis lingkungan, pengolahan limbah menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan kembali ( limbah sampah , pengolahan air ). 
DAFTAR PUSTAKA
Arsitektur Hijau, Tri harso Karyono, 2010

PENCAHAYAAN RUMAH KITA

Mempercantik sebuah rumah dengan cahaya buatan tidak cukup hanya dengan menyalakan lampu saja, namun perlu dipikirkan juga cahaya sebagai eleman dekorasi sebuah ruang. Sehingga efek yang ditimbulkan dari cahaya buatan itu, kita dapat menciptakan nuansa dan karakter ruang yang kita inginkan serta meningkatkan kualitas estetika dari sebuah bangunan.  Karena tanpa adanya cahaya buatan , keunikan suatu arsitektur bangunan, unsur dekoratif pada elemen fasad, dan warna bangunan tidak akan tampak, serta detail-detail bangunan tidak bisa kita tonjolkan sebagai sebuah obyek yang lebih indah dan dominan.

Ada tiga fungsi pencahayaan, secara fungsional, pencahayaan dirumah, kita bedakan menjadi 3 yaitu general lighting, task lighting, dan decorative lighting. General lighting atau pecahayaan merata untuk membantu kita melihat dengan jelas dan melakukan aktifitas. Task lighting atau pencahayaan setempat untuk mendukung kegiatan tertentu, seperti membaca dan menulis. Decorative lighting merupakan pencahayaan tambahan yang lebih berperan sebagai estetika. 

“Fasad” (tampak muka) sebuah bangunan adalah bagian pertama, yang akan kita pandang ataupun dilihat oleh orang  yang melintas di depan rumah kita. Sehingga nilai dan karakter sebuah bangunan dapat terbaca dari pengolahan fasad yang kita buat. Apabila kita desain secara maksimal, dari segi pencahayaan, fasad sebuah rumah juga dapat menjadi “focal point” dari bangunan sekitarnya.

Dan untuk memperoleh desain pencahayaan yang optimal dan sesuai dengan kebutuhan kita, sehingga dapat mewujudkan tampilan fasad bangunan secara “berkarakter”, diperlukan proses perencanaan yang matang. Pertama kita perlu memahami  karakter dan bentuk bangunan terlebih dahulu,  kemudian tentukan elemen-eleman arsitektur  yang akan kita tonjolkan, sehingga dapat mendukung estetika bangunan rumah tersebut. 

Desain pencahayaan pada bagian-bagian rumah, terutama pada fasad bangunan akan memberikan variasi pencahayaan yang menarik, misalkan pencahayaan pada elemen kolom, pencahayaan pada jendela kaca, pencahayaan pada tekstur dari fasad bangunan atau latar belakangan situasi rumah, bisa kita tampilkan secara siluet (bayangan), sehingga massa bangunan menjadi lebih berdimensi sebagai hasil dari permainan gelap dan terang pencahayaan tersebut. Atau, kita juga bisa mengatur arah cahaya dengan tata letak tertentu. Arah pencahayaan dapat kita arahkan dari atas (uplight), bawah (downlight), samping (sidelight), belakang (backlight) dan depan (frontlight) serta dapat kita kombinasikan sesuai dengan arah cahaya yang kita butuhkan.

Ali Anton Senoaji, ST
Staf pengajar  di Program Studi KeahlianTeknik Bangunan
SMK N 3 Yogyakarta

TADAO ANDO

Lahir di distrik Minato, Osaka sebagai putra kembar. Dibesarkan kakek dan nenek dari pihak ibu di distrik Asahi, nama keluarga Ando diperolehnya dari keluarga ibunya. Adik kembarnya bernama Takao Kitayama, memiliki perusahaan konsultan dan desain, Kitayama & Company di Tokyo. Arsitek Kōjirō Kitayama berkolaborasi dengan Peter Eisenman adalah adik bungsunya.
Ando pernah kuliah malam hari di Jurusan Arsitek Osaka Institute of Technology Junior College namun tidak sampai selesai. Great Ando adalah nama ring sewaktu menjadi petinju profesional. Uang hadiah dari bertinju dipakainya untuk mengembara ke Amerika, Eropa, Afrika, dan Asia.
Arsitektur sering dikatakan dipelajarinya secara otodidak dengan membaca buku dan mengamati karya-karya arsitektur dalam perjalanannya di banyak negara. Walaupun demikian, setelah lulus dari sekolah menengah teknik, Ando pernah berkuliah di sekolah seni Setsu Mode Seminar yang didirikan Setsu Nagasawa. Selain itu, ia pernah bekerja di sebuah biro arsitek, serta mengikuti kursus interior secara tertulis. Sebelum mendesain bangunan, Ando pernah menangani interior sejumlah kafe di wilayah Kansai.
Pada tahun 1969, Ando mendirikan biro arsitek Tadao Ando Architects & Associates di Osaka. Kantornya banyak menerima pesanan bangunan rumah tinggal. Karya-karya awalnya termasuk Kebun Mawar di distrik Ikuta, Kobe (1977) dikerjakan bersama Yasuhiro Hamano dari Team Hamano. Penghargaan Institut Arsitek Jepang diterimanya untuk desain rumah tinggal sederhana di Osaka, Sumiyoshi no Nagaya (Azuma House) pada tahun 1979. Sejak itu pula, Ando mengembangkan gaya arsitektur berupa bentuk-bentuk geometris dari beton ekspose tanpa finishing.
Pada tahun 1980-an, karya Ando terus bermunculan di wilayah Kansai (termasuk Kitano Ijinkan di Kitano-chō, Kobe, dan kawasan Shinsaibashi, Osaka), pusat perbelanjaan, kuil, serta gereja. Bangunan fasilitas publik dan museum seni banyak dihasilkannya pada tahun 1990-an. Ando juga diundang sebagai profesor tamu di luar negeri, seperti di Universitas Yale (1987), Universitas Columbia (1988), Universitas Harvard (1889), dan Universitas South California (2002). Sejak tahun 1997, Ando menjadi dosen di Fakultas Teknik Universitas Tokyo, dan setelah pensiun mendapat gelar Profesor Emeritus (2003), serta gelar Tokubetsu eiyo kyōju (Profesor Kehormatan Luar Biasa Universitas Tokyo) pada tahun 2005.

Wikipedia.com

SALAH SATU KARYA TADAO ANDO

  HOMESTAY


PERENCANAAN BANGUNAN

Konsep perencanaan bangunan rumah maupun gedung perlu memperhatikan kriteria-kriteria perencanaan, agar aman dan nyaman untuk di huni maupun indah dipandang.
kriteria perencanaan konstruksi bangunan antara lain :

1. Teknis
Dalam setiap pembangunan gedung, harus dipenuhi persyaratan teknis bahwa bangunan yang didirikan harus kuat untuk menerima beban yang
dipikulnya, baik beban sendiri gedung maupun beban yang berasal dari luar seperti beban hidup, beban angin dan beban gempa. Bila persyaratan teknis tersebut tidak diperhitungkan maka akan membahayakan orang yang berada di dalam bangunan dan juga bisa merusak bangunan itu sendiri. Jadi dalam perencanaan harus berpedoman pada peraturan- peraturan yang berlaku dan harus memenuhi persyaratan teknis yang ada.

2. Ekonomis
Dalam setiap pembangunan, persyaratan ekonomis juga harus diperhitungkan agar tidak ada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan
membengkaknya biaya pembangunan. Selain dicapai dengan pendimensian elemen struktural dan non struktural yang efektif dan efesien persyaratan ekonomis ini bisa dicapai dengan adanya penyusunan time schedule, pemilihan bahan-bahan bangunan dan pengaturan serta pengerahan tenaga kerja profesional yang tepat. Dengan pengaturan biaya dan waktu pekerjaan secara tepat diharapkan
bisa menghasilkan bangunan yang berkualitas tanpa menimbulkan pemborosan.

3. Fungsional
Hal ini berkaitan dengan penggunaan ruang, yang biasanya akan mempengaruhi penggunaan bentang elemen struktur yang digunakan.

4. Estetika
Agar bangunan terkesan menarik dan indah maka bangunan harus direncanakandengan memperhatikan kaidah-kaidah estetika. Namun persyaratan estetika iniharus dikoordinasikan dengan persyaratan teknis yang ada untuk menghasilkanbangunan yang kuat, indah dan menarik.

5.Lingkungan
Setiap proses pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungankarena hal ini sangat berpengaruh dalam kelancaran dan kelangsungan bangunanbaik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Persyaratan aspek lingkunganini, dilakukan dengan mengadakan analisis terhadap dampak lingkungan disekitar bangunan tersebut berdiri. Diharapkan dengan terpenuhinya aspeklingkungan ini dapat ditekan seminimal mungkin dampak negatif dan kerugian bagi lingkungan dengan berdirinya Rumah Tinggal Swadaya ini.

6. Ketersediaan bahan
di pasaranUntuk memudahkan dalam mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkanmaka harus diperhatikan pula aspek ketersediaan bahan di pasaran. Dengan katalain, sedapat mungkin bahan-bahan yang direncanakan akan dipakai dalamproyek tersebut ada dan lazim di pasaran sehingga mudah didapat dengan biaya hemat.

7. Ketentuan standar
Perencanaan juga didasarkan pada standar perhitungan yang berlaku di Indonesia, dan jika perlu memakai standar internasional

www.ilmusipil.com

MENGENAL WARNA INTERIOR RUMAH

Rumah merupakan suatu yang diidamkan banyak orang. Sebuah rumah harus mempunyai struktur yang kuat dan kokoh. Namun itu saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan suatu rumah yang sehat dan menyenangkan untuk ditempati. Karena keindahan suatu rumah juga sangat mempengaruhi suasana hati dan kenyamanan penghuni rumah. Keindahan suatu rumah itu dapat diperoleh dari desain interior yang sesuai dengan kebutuhan penghuninya. Salah satu hal yang sangat menentukan keindahan desain interior adalah warna ruangan.
Berikut beberapa tips pengaruh warna interior rumah yang dapat dijadikan referensi dalam memilih warna yang cocok untuk ruangan rumah anda.

Oranye, tebarkan kebahagiaan
Warna orangye merupakan campuran berbagai warna terang yang menyatu dalam sebuah warna. Oranye lembut memberikan kesan gembira dan penuh harapan pada suatu ruangan. Warna ini sangat cocok untuk ruang tamu yang agak sempit dipadu dengan sofa putih yang menyejukkan. Kombinasi warna ini akan menghasilkan suasana yang cerah dan ringan sehingga membuat tamu yang berkunjung merasakan keceriaan dan kegembiraan.
Merah, Munculkan Keberanian
Warna merah sangat cocok untuk ruang keluarga, karena memberikan kesan terbuka dan berani mengungkapkan pendapat.

warna Hijau, Memberikan Kesegaran
Merupakan warna yang direfleksikan dari warna tumbuh-tumbuhan dan pepohonan, sehingga warna hijau memberikan kesan yang menyejukkan bagi penghuni rumah. Warna hijau sangat cocok untuk ruang makan yang berada ditengah-tengah rumah, karena mampu memberikan kesegaran yang menyejukkan bagi penghuni rumah.

warna Ungu, Hilangkan Kesan Kotor
Walaupun warna ini agak gelap dan memberikan efek kesan kecil pada ruangan, namun warna ungu mampu menghilangkan kesan kotor. Dan sudah pasti warna ini sangat cocok untuk area dapur. Anda yang ingin menjadikan dapur anda terkesan elegan, warna ungu dapat anda hadirkan pada perabotan yang terdapat di dapur.

warna Putih, Fokus dan Natural
Warna putih sangat cocok untuk ruang kerja yang menuntut kesan fokus dan terang. Pemilihan warna dasar putih dikombinasikan dengan perabotan berwarna coklat atau hitam sangat cocok pada ruang kerja yang mendapatkan pencahayaan yang cukup.
Coklat dan kuning, Hangatkan Suasana
Dua warna ini sangat jarang dikombinasikan, namun warna kuning akan sangat menyala dan terlihat elegan diatas warna dasar coklat. Warna ini dapat anda coba untuk warna kamar anda, agar dapat memberikan rasa nyaman dan ketenangan pikiran saat berada didalam kamar.

oleh:juliana frisaini
di ambil dari postingan juliana frisaini di www.ilmusipil.com

MENGENAL BAGIAN RUANG RUMAH



MENGENAL BAGIAN RUANG RUMAH

Rumah merupakan satu kesatuan dari beberapa unsure ruang yang membentuknya. Tanpa kelengkapan unsur tersebut, maka rumah tidak akan menjadi lengkap bahkan tidak bisa dikatakan sebuah rumah. Unsur – unsur pendukung dari rumah tempat tinggal antara lain sebagai berikut :

1. Teras Depan
Teras depan adalah ruang yang terletak di muka sebuah rumah tinggal. Ruang ini merupakan ruang umum yang menhubungkan antara tamu dan pemilik rumah.

2. Ruang Tamu
Ruang tamu berfungsi untuk menerima tamu dan melayani tamu yang datang. Biasanya ruang ini terletak dekat dengan teras depan dan pintu depan, serta agak jauh dari ruang tidur. Ada juga yang menempatkan ruang tamu berdekatan dengan dapur dan ruang makan untuk memudahkan pelayanan bagi para tamu yang datang.

3. Dapur
Dapur merupakan bagian yang paling penting dalam komponen rumah tinggal. Dapur berfungsi untuk mengolah dan menyiapkan makanan dan minuman bagi keluarga.

4. Ruang Keluarga
Ruang keluarga adalah ruang khusus untuk anggota keluarga. Biasanya, ruang keluarga ini digunakan oleh seluruh anggota keluarga untuk kegiatan – kegiatan yang sifatnya rekreatif/rileks, misalnya sebagai tempat menonton TV, bermain dan tempat keluarga berkumpul dan mengobrol. Letak ruang keluarga biasanya berada di tengah – tengah antara ruang tamu, ruang makan dan dapur.

5. Ruang Makan
Ruang makan adalah ruang yang secara khusus digunakan untuk makan dan minum bagi anggota keluarga. ruang makan biasanya terletak di dekat dapur agar sajian dapat dengan mudah dihidangkan.

6. Ruang Tidur
Ruang tidur adalah ruang atau kamar yang diguanakan untuk beristirahat/tidur yang sifatnya sangat pribadi. Oleh karena itu, ruang tidur harus diletakkan jauh dari keramian dan kebisingan. Agar mendapatkan ketenangan, sebaiknya kamr tidur diletakkan jauh dari ruang tamu dan garasi.

7. Kamar Mandi
Kamar mandi adalah kamar yang digunakan untuk mandi. Kamar mandi biasanya menjadi satu dengan tempat untuk buang air kecil/besar (closset). Belakangan ada juga yang dinamakan ruang cuci untuk mencuci pakaian. Fasilitas yang terdapat didalam kamar mandi adalah bak air, tempat handuk, tempat sabun, dsb.

8. Gudang
Gudang adalah ruang atau kamar yang khusus untuk menyimpan perabot rumah tangga atau untuk menyimpan barang – barang yang jarang digunakan. Karena kesannya yang kotor atau berantakan maka sebaiknya gudang diletakkan jauh dari ruang tamu, ruang keluarga atau ruang makan.

9. Garasi (Carport)
Garasi (carport) adalah ruang khusus untuk menyimpan kendaraan seperti mobil,sepeda motor dsb.

10. Ruang/Kamar Tambahan
Sebagian besar rumah – rumah besar juga sering menyediakan ruang – ruang atau kamar – kamar tambahan, misalnya ruang kerja, ruang santai, ruang baca, ruang sembahyang, kamar pembantu dll. Tetapi biasanya disesuaikan dengan budget serta kebutuhan penghuni tersebut.

oleh: Arif Fadillah
diambil dari postingan Arif Fadillah di www.ilmusipil.com