Sabtu, 29 Agustus 2015

PENTINGNYA BIOPORI DI SEKOLAH KITA


Sudah menjadi hal biasa pada setiap musim penghujan, kita selalu menyaksikan genangan air dimana-mana, di jalan raya, di kampung kita, dihalaman rumah kita dan juga di halaman sekolah kita, dan menjadi hal biasa pula setiap musim kemarau kita mengalami kekeringan yang luar biasa.
Sebanyak tiga kabupaten di DIY, yakni Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo mengalami darurat kekeringan. Sehingga Pemerintah DIY telah meminta bantuan ke Pemerintah Pusat untuk mengatasi dampak kemarau.
Padatnya jumlah penduduk di perkotaan juga menjadikan problem kita bersama, daerah resapan semakin berkurang, tempat bermain dan bersosialisai bagi warga kita juga semakin berkurang, serta banyak sampah yang tidak terkendali, sehingga hal tersebut perlu menjadi perhatian kita bersama untuk selalu menjaga lingkungan hidup disekitar kita, agar kita dapat hidup lebih sehat dengan lingkungan yang bersih dan terjaganya kualitas air tanah kita.
Banyak cara untuk melestarikan lingkungan hidup ini, salah satunya melalui pendidikan yaitu dengan menerapkan mata pelajaran lingkungan hidup di sekolah. Pendidikan lingkungan hidup mengajarkan, dimana siswa diajarkan untuk lebih mengenal lingkungan sekitar dan bisa memanfaatkan lingkungannya dengan baik, yaitu dengan membuat sampah plastic bekas makanan menjadi barang berguna, mengubah sampah organik menjadi kompos serta dengan membuat resapan air hujan (biopori) di lingkungan sekolah.
Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat ke dalam tanah dengan diameter 10 cm, kedalaman sekitar 100 cm atau jangan melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang diisi sampah organik untuk mendorong terbentuknya biopori. Biopori adalah pori berbentuk liang (terowongan kecil) yang dibentuk oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman. Ada pun fungsi dan manfaat dari lubang resapan biopori tersebut menurut Kamir. R brata :

  1.  Mencegah banjir
  2. Mengubah sampah organic menjadi kompos
  3. Mempermudah penanganan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan
  4. Menambah cadangan air tanah
  5. Memperbaiki ekosistem tanah

Kita sering melihat halaman sekolah diperkeras dengan paving atau beton, sehingga apabila turun hujan, terjadi genangan air disekitar lingkungan sekolah ataupun air hanya dibuang kesaluran air (drainase) sehingga tidak terserap kembali dengan sempurna ke dalam tanah.
Sehingga dengan hadirnya lubang-lubang resapan biopori di lingkungan sekolah, sebagai salah satu cara menanamkan nilai pendidikan lingkungan hidup bagi siswa di sekolah serta menjaga kualitas air tanah di lingkungan sekolah. Mari kita bersama-sama menjaga kualitas hidup kita.

Ali Anton Senoaji, ST
Staf mengajar  Program Teknik Bangunan
SMK N 3 Yogyakarta