Rabu, 01 April 2015

PENCAHAYAAN RUMAH KITA

Mempercantik sebuah rumah dengan cahaya buatan tidak cukup hanya dengan menyalakan lampu saja, namun perlu dipikirkan juga cahaya sebagai eleman dekorasi sebuah ruang. Sehingga efek yang ditimbulkan dari cahaya buatan itu, kita dapat menciptakan nuansa dan karakter ruang yang kita inginkan serta meningkatkan kualitas estetika dari sebuah bangunan.  Karena tanpa adanya cahaya buatan , keunikan suatu arsitektur bangunan, unsur dekoratif pada elemen fasad, dan warna bangunan tidak akan tampak, serta detail-detail bangunan tidak bisa kita tonjolkan sebagai sebuah obyek yang lebih indah dan dominan.

Ada tiga fungsi pencahayaan, secara fungsional, pencahayaan dirumah, kita bedakan menjadi 3 yaitu general lighting, task lighting, dan decorative lighting. General lighting atau pecahayaan merata untuk membantu kita melihat dengan jelas dan melakukan aktifitas. Task lighting atau pencahayaan setempat untuk mendukung kegiatan tertentu, seperti membaca dan menulis. Decorative lighting merupakan pencahayaan tambahan yang lebih berperan sebagai estetika. 

“Fasad” (tampak muka) sebuah bangunan adalah bagian pertama, yang akan kita pandang ataupun dilihat oleh orang  yang melintas di depan rumah kita. Sehingga nilai dan karakter sebuah bangunan dapat terbaca dari pengolahan fasad yang kita buat. Apabila kita desain secara maksimal, dari segi pencahayaan, fasad sebuah rumah juga dapat menjadi “focal point” dari bangunan sekitarnya.

Dan untuk memperoleh desain pencahayaan yang optimal dan sesuai dengan kebutuhan kita, sehingga dapat mewujudkan tampilan fasad bangunan secara “berkarakter”, diperlukan proses perencanaan yang matang. Pertama kita perlu memahami  karakter dan bentuk bangunan terlebih dahulu,  kemudian tentukan elemen-eleman arsitektur  yang akan kita tonjolkan, sehingga dapat mendukung estetika bangunan rumah tersebut. 

Desain pencahayaan pada bagian-bagian rumah, terutama pada fasad bangunan akan memberikan variasi pencahayaan yang menarik, misalkan pencahayaan pada elemen kolom, pencahayaan pada jendela kaca, pencahayaan pada tekstur dari fasad bangunan atau latar belakangan situasi rumah, bisa kita tampilkan secara siluet (bayangan), sehingga massa bangunan menjadi lebih berdimensi sebagai hasil dari permainan gelap dan terang pencahayaan tersebut. Atau, kita juga bisa mengatur arah cahaya dengan tata letak tertentu. Arah pencahayaan dapat kita arahkan dari atas (uplight), bawah (downlight), samping (sidelight), belakang (backlight) dan depan (frontlight) serta dapat kita kombinasikan sesuai dengan arah cahaya yang kita butuhkan.

Ali Anton Senoaji, ST
Staf pengajar  di Program Studi KeahlianTeknik Bangunan
SMK N 3 Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar